tagline

Di Depan Para CEO, Darmin Cerita Jurus Ekonomi RI Bisa Bangkit

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan bagaimana Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Dimana pemerintah melakukan berbagai upaya agar bisa membalikan keadaan di tengah ekonomi global juga juga tengah bergejolak.


Hal itu diungkapkan Darmin dalam acara KEIN Meets The CEO yang bertema Mengelola Potensi Ekonomi 2018, di The Ritz Charlton Hotel Pacific Place, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

"Mulai tahun 2012 kita sedang mengalami perlambatan. Pemerintahan ini pertama-tama upayanya adalah membalikan keadaan itu. Membalikan arah menurun jadi meningkat. Memang tidak bisa cepat, tapi arah itu betul-betul berbalik," kata Darmin di lokasi.

Darmin menjelaskan, pemerintah menghentikan subsidi seperti BBM, agar bisa membuat ruang fiskal yang lebih besar. Dana Subsidi itu pun dialihkan untuk mulai menggenjot pembangunan di sektor infrastruktur, pendidikan, hingga bantuan sosial.

"Itu semua dikombinasikan dengan kebijakan berbagai sektor, kemudian ada kebijakan di sektor fiskal. Hasilnya adalah, satu, terjadi pembalikan, tadinya (pertumbuhan ekonomi) sudah 4%, kita sudah bergerak ke 5 koma sekian persen pertumbuhannya. Memang tidak tinggi karena ekonomi dunia sedang merosot," jelas Darmin.
 

Dirinya juga menerangkan, dalam keadaan ekonomi global yang tengah merosot itu maka ekspor juga tentu ikut merosot. Indonesia juga mengalami hal itu, hingga kemudian terjadi perbaikan dalam setahun belakangan.

Selain merosotnya ekspor, menarik minat para investor untuk masuk ke dalam negeri juga merupakan hal yang sulit saat ekonomi dunia bergejolak. Dalam situasi itu, para investor akan berpikir panjang ke mana akan menjual hasil produksinya nanti.

"Daya tarik satu-satunya itu ialah menjual ke dalam negeri. Itu sebabnya ekonomi kita dua tahun pertama sangat fokus mengandalkan permintaan dalam negeri," katanya.
 

Kemudian, kata Darmin, secara perlahan namun pasti kondisi ekonomi RI terus mengalami perbaikan. Hal itu terlihat dari tingkat pengangguran, kemiskinan, kesenjangan, hingga nilai inflasi yang menurun. Itu membuktikan, kualitas pertumbuhan ekonomi dalam negeri memang membaik.

"Tinggal satu lagi sebenarnya yang belum muncul, apa itu? Orang-orang menyebutnya sebagai transformasi struktural. Itu kita belum muncul betul-betul. Memang dalam pertumbuhan ekonomi yang tidak tinggi, transformasi juga tidak mudah untuk terjadi. Nah di awal tahun lalu, pemerintah berfikir, oke, kualitas pertumbuhan membaik, distribusi pendapatan, tingkat kemiskinan dan lainnya. Tapi pertanyaannya adalah itu akan berkelanjutan enggak? Apa sumbernya perbaikan gini ratio ini kemarin? Tidak mudah menjawabnya karena masih pendek waktunya," kata Darmin.
 

Lebih lanjut Darmin mengatakan, perbaikan yang terjadi seperti kesenjangan yang menurun dikarenakan adanya sedikit perlambatan dari pengeluaran kelompok ekonomi atas dibanding pengeluaran kelompok ekonomi bawah. Hal itu lah yang menjadi indikator utamanya.

Hal itu terjadi lantaran pemerintah sedang menggenjot pembangunan infrastruktur. Dalam masa pembangunan infrastruktur tersebut, maka yang menikmati adalah kelompok ekonomi bawah. Dimana banyak tenaga kerja yang dibutuhkan dari kelompok ekonomi tersebut.

"Jadi itu yg mendorong gini ratio membaik sedikit. Kalau infrastruktur sudah jadi, itu siapa yang akan untung? Yang bawah juga tentu untung juga, tapi boleh jadi, kelompok menengah ke atas akan lebih banyak benefitnya. Oleh karena itu awal tahun ini pemerintah merumuskan kebijakan baru untuk melengkapi kebijakan sebelumnya apa itu? itu adalah kebijakan pemerataan ekonomi," kata Darmin.

Nah, saat ini pemerintah berupaya agar bagaimana sumber daya manusia yang ada, khususnya kelompok ekonomi bawah bisa masuk ke dunia industri. Artinya, dunia industri menjadi kunci utama yang bisa menyerap tenaga kerja tersebut.
 

Selain itu, di era perkembangan teknologi saat ini, pemerintah juga mulai membidik sektor ekonomi digital menjadi motor penggerak yang baru. Oleh sebab itu pemerintah mulai memperhatikan era digitalisasi yang berkembang saat ini.

"Karena dunia harus dilanda oleh ekonomi digital. Kita tidak bisa tidak mulai harus memasukkan itu dalam kerangka kebijakan kita. Jadi tiba-tiba kita harus melakukan perubahan yang jauh lebih dalam, jauh lebih radikal dari semula bukan hanya dari motor penggerak, sumber daya manusia pindah ke industri tapi kita harus masuk lagi ke ekonomi digital," tutur Darmin.(hns/hns)

Source :

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3819504/di-depan-para-ceo-darmin-cerita-jurus-ekonomi-ri-bisa-bangkit?_ga=2.75272210.1438711512.1516327725-626772472.1500255255